Selasa, 29 November 2011

story of miss java

BAB 1

Angin malam menyentuh lembut tubuh mungil Eryna yang duduk di teras depan rumahnya. Keramaian rumahnya hanya terdengar samar-samar ditelinganya. Matanya menunjukkan pandangan kosong, fikirannya melayang jauh entah kemana. Memorinya dipenuhi banyak masalah yang belum satupun terselesaikan. Matanya berkaca-kaca seolah ingin menangis.
"Eryna!!! Bengong saja! Batu ibu! Lagi bnyak pembeli!Kamu gak lihat apa!", teriak ibunya. Eryna sangat kaget mendengar teriakan ibunya tadi. Dia pun tidak menjawab teriakan ibunya, tetapi dia langsung berdiri menghampiri ibunya, walau dengan muka yang sangat murung.
"Apa yayang bisa aku kerjakan bu?",tanyanya dengan nada pelan dan hampir menangis.
"Tu loh!Buatin es teh 3! Gak tau ibunya repot apa?!tambah enak-enakkan di teras!"' bentak ibunya.Eryna pun segera membuatkan es teh, setelah itu bdia berlari menuju kamarnya tanpa memperdulikan celoteh ibunya yang semakin menjadi-jadi. Hatinya belum siap mendengarkan celoteh ibunya. Tanp0a disadari air matanya pun membasahi pipinya.
"Tuhan...... Kenapa ibu tak pernah memahami keadaanku? Apa dia tidak pernah berfikir tentang perasaanku?",gumamnya dengan tangis yang tersedu-sedu. Disela-sela isak tangisnya, tiba-tiba ponselnya bergetar. Dia segera menghapus air matanya dan mengambil ponsel warna pinknya itu. Dibuka sms dari temannya itu.
"Oh..... Desy,"gumamnya setelah buka sms yang masuk itu.
'Eryna besok ada tugas gak?'bunyi sms itu.
"Huh dasar ! miss cantik yang lemot,"gumamnya kesal. Eryna pun segera membalas sms dari temannya itu.
--###--
Bersambung...............

kebahagiaan semu

Semua terasa berwarna saat kau hadir membawa sejuta kejutan
Hadirkan sejuta kegembiraan yang tak terduga
Kau tersenyum saat kuucapkan kata jawa
Kau tertawa pendek saat kuucapkan kata jawa indah yang tak kau duga
Bahagiamu adalah bahagiaku
Walau itu semu..........
Walau itu tak pernah ada dihadapku...
Tapi aku dapat merasakan kebahagiaan itu
Aku dapat merasakan senyuman itu
Senyuman itu sangat jelas dimemoriku
Bagai virus yang tak dapat terhapus
Dan selalu abadi dihatiku
Untuk selamanya........

Selasa, 22 November 2011

puisi

Aku memimpikanmu empat malam berturut-turut
Yang terakhir aku memimpikanmu di pesawat
Mustahil kau akan melayat.
Aku teteskan air mataku
Jatuh ke genteng kontrakanmu
Lalu kau buru-buru mengangkat jemuranmu
Padahal sudah malam, mawar.
Aku bungkus saja roti
Dari seorang pramugari ayu, untukmu

Tapi mustahil kau akan melayat,
Wahai mawar, nanti ku bawakan kau sekantong mahar
Pernikahanmu dengan lelaki itu,
Kau terima saja walau merasa tak terima jasa

;Kematian dan Tasbih Cinta

Nanti ku ajarkan kau cara memetik gitar,
Tapi aku tak bisa ajarkan cara memetik mawar
Kau saja susah ku petik
Wahai mawar, aku… aku belum matikan?
Kau tak perlu jawab, ambil saja kerudung
Beserta tasbih cinta itu
Padahal mustahil kau akan melayat cintaku
Melihat mayat cintaku

Puisi ini bersumber dari : http://www.gudangpuisi.com/2011/11/kunjunganmu-ke-layatan-cintaku.html#ixzz1cBPxVGb8
Blogger yang beretika selalu menampilkan sumbernya.

prince pepak cullen

Kini dia telah pergi jauh, membawa semua kenangaN yang telah berlalu. Apakah dia akan kembali? aku tidak tau. Semua terasa berubah saat kau pergi. Rasa-rasanya baru kemarin aku berkirim pesan lewat ponsel pinkku ini, tapi kini kau tlah pergy. Hidup terasa sangat sunyi tanpa kabarmu. Apakah saat kau kembali nanti kau masih ingat aku? Aku tak banyak berharap, Karena aku hanya sebuah memory kecil dalam benakmu. Memory yang tak mungkin kau ingat, karena aku adalah serpihan batu kecil yang baru saja ada didekatmu.

Selasa, 27 September 2011

hatiku

Ketika ku pandang wajahnya, aku slalu terbayang akan senyum riangnya. Tak pernah ku bayangkan aku bertemu dengannya. Dia tak bisa berbahasa jawa sama sekali.